Berita  

Nasip Buruk SPBU Asing jika Premium dihapus

Rencana Pemerintah untuk menghapus bensin Premium membuat resah para SPBU Asing. Pasalanya Pemerintah berniat untuk memberikan subsidi sebesar Rp. 1000 sampai Rp. 2000 untuk pertamax. jadi bisa dipastikan harga pertamax hanya berkisar sekitar 7 ribuah rupiah saja. Hal tersebut membuat SPBU asing merasa resah lantara mereka masih menjual bensin setingkat pertamax dengan harga Rp. 9.900
Pemerintah berharap dengan begini para pemilik SPBU asing bisa menurunkan harga jualnya. Dan jika mereka tidak berani menurunkan harga, bisa dipastikan mereka akan kehilangan pelanggan karena lari ke pertamax yang lebih murah.
Sebenarnya pemerintah sendiri telah memberikan peluang kepada siapa saja yang ingin mendistribusikan bensin bersubsidi, namun sepertinya para pemilik SPBU asing kurang berminat. Beberapa waktu yang lalau tender untuk mengalokasikan bensin bersupsidi dimenangkan oleh pertamina.
Jika SPBU Asing menerima tawara pemerintah, tentu mereka juga akan menerima kesempatan yang sama untuk mendistribusikan bensin bersubsidi. Asalkan mereka bisa melewati serangkaian tes dan seleksi yang diberikan oleh pemerintah.
Dan jika SPBU asing berniat untuk mendistribusikan bensin bersubsidi, maka mereka harus siap untuk membangun jaringan yang luas. Dan semua itu butuh biasaya dan tenaga extra besar. Namun bagaimanapun juga itu adalah syarat mutlak dari pemerintah.
Disamping itu pemerintah juga mencatat kalau permintaan BBM beroktan tinggi kini semakin meningkat. Oleh karena itu akan lebih bijak jika Pemerintah memberikan subsidinya ke BBM jenis pertamax dan sejenisnya. karena BBM dengan oktan tinggi mampu menggerakkan mesin dengan baik.
Shell salah satu SPBU Asing terancam gulung tikar, pasalnya pihak Shell menjual harga lebih tinggi dari harga pertamax. Pihak Shell sendiri masih menunggu langkah selanjutnya dari kebijakan pemerintah tersebut.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *