Berita  

Inilah Transkrip Kericuhan Mediasi Ahok vs DPRD DKI di Kemendagri

Kericuhan Mediasi Ahok vs DPRD DKI
Lampungway.com. Inilah Transkrip Kericuhan Mediasi Ahok vs DPRD DKI di Kemendagri. Rapat mediasi klarifikasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI 2015. Rapat tersebut berlangsung ricuh. Dalam rekaman video dari Humas Pemprov DKI Jakarta, kericuhan terjadi saat rapat akan berakhir.
Transkrip percakapan, umpatan, teriakan juga kata-kata emosional yang dsuguhkan oleh Lulung, serta anggota DPRD DKI lainnya termasuk juga Ahok berhasil di susun oleh salah seorang Kaskuser dengan akun bacchanal.
Inilah Transkrip Kericuhan Mediasi Ahok vs DPRD DKI di Kemendagri
Ahok: “Saya tidak mendiskriminasi meminta SKPD tidak menginput hasil pembahasan ya pak Haji Lulung. Yang saya minta adalah, anda jangan menginput ke dalam e-budgeting yg bukan hasil pembahasan. Ini semua ada SKPD hadir lengkap. Saya mau tanya kepada beliau-beliau ini, yang di-input sesuai hasil pembahasan atau tidak, coba angkat tangan.. ada yang angkat tangan..?”
Lulung: “Ya itu kan setelah dikumpulin kemarin pak”
Ahok: “Oh nggak..”
Lulung: “Bapak ngumpulin orang kemarin”
Ahok: “Makanya saya katakan…”
Lulung: “Bapak ngumpulin camat..”
Ahok: “Betul”
Lulung: “Bapak ngumpulin lurah..”
Ahok: “Betul”
Lulung: “…untuk menandatangani bahwa tidak meng-input”
Ahok: “Betul”
Lulung: “Saya bersikap .. enggak.. sekarang mau sewenang-wenang atau kita memakai undang-undang, gitu aja..”
Ahok: “Ini semua sesuai peraturan…”
Lulug: “Ini pokoknya hasil pembahasan pak. Hasil pembahasan..ya.. Belanja itu hasil pembahasan..”
Ahok: “Kalau hasil pembahasan, SKPD saya, ini saya nyatakan disebabkan karena dari UPS…Ini Pak walikota ada di sini.. Apakah anda membahas tentang UPS.. apakah 4,2 milyar.. Apakah di Jakarta Barat..” (belum selesai bicara)
Dari kursi SKPD ada yang baru berdiri, belum sempat bicara, ada anggota DPRD yangg nyeletuk : “Ya betul..!!”
Anggota DPR yang lain ikut menimpali: “Ya..” “Ya..” “Yaa..”
“Pak Gubernur, saya kira bapak bisa menahan emosi bapak.. jangan teriak-teriak pak gubernur”
“Saya..Saya.. santai saja pak Gubernur, kagak enak”
“Pak Gubernurr…”
Pimpinan rapat: “Tolong..tolong saya yang memimpin..”
Pimpinan rapat: “Saya minta tolong ini rapat kita..”
“Pak Gubernur jangan teriak-teriak..jangan jadi kebiasan..”
“Pak Gubernur… jangan gitu dong”
“Itu gubernur apa preman..!!”
“Gubernur apa preman tuh..!!”
“Gubernur goblok..!”
Pimpinan rapat: “Saya mohon… saya mohon.. saya mohon.. kita rapat dengan tertib.. saya mohon sekali lagi..ini saya nyatakan proses evaluasi, klarifikasi, untuk kami dapatkan masukan-msukan, saya kira demikian.. saya..”
Lulung:”…pembahasan..(nggak jelas)”
“Baik, baik pak”
Pimpinan rapat: “Apa lagi pak haji Lulung…?… Saya kira kami sudah cukup dengan materi-materi yang bapak-bapak sampaikan. Sekali lagi terima kasih, pak Gubernur, pak Wagub, pak Ketua, seluruh anggota DPRD, SKPD… dan saya sekali lagi terima kasih proses kita, kita akhiri. Terima kasih, sudah cukup wassalamu alaikum wr. wb.”
(Anggota DPRD tetap berteriak-teriak sambil keluar ruangan)
“Ahok dan skpd anjing..!!”
“** SENSOR **..”
“Sangat memalukan..”
“Ini sewenang-wenang..”
“Nggak, dia sudah jelas bukan SKPD”
“Kalau ada usulan dari kita, terus kita ditangkapi ke polisi, ya kita pakai pembahasan”
“Sangat memalukan saudara.. sangat memalukan”
“Nggak pantes..”
“SKPD ** SENSOR ** itu”
“Allohu akbar harusnya.. Lawan..!”
“Lawan..”
“Lawan..”
“Preman.. preman.. preman..”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *