Berita  

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 351

Lampungway.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 351. Pada Kisah Jodha Akbar Episode 350 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana Ratu Ruqaiya Sakit Demam akibat ulah Zeenat memasukkan sirup berbahaya dalam minuman Ruqaiya. Sementara Kejadian ini sudah dicurigai oleh tabib, membuat Zeenat dan Qasim kelabakan dan berusaha kabur, sebelum pergi Zeenat meminta izin suaminya untuk membunuh Hussein terlebih dahulu. Sementara pada akhir episode yang lalu, Raja Jalal dan Ratu Jodha sedang bercinta dikamarnya. Akankah Zeenat berhasil melakukannya, atau justru malah tertangkap. Mari Simak Ceritanya berikut ini

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 351

Adegan dimulai dengan diiringi musik Romantis, dimana malam itu Jalal dan Jodha tengah bersama. Raja Jalal dan Ratu Jodha saling mendekatkan wajahnya satu sama lain sangat dekat sekali, mereka berdua duduk ditempat tidur, rasanya malam ini jangan cepat berlalu lalu Raja Jalal mencium tangan Ratu Jodha, Ratu Jodha memandang suaminya yang dulu sangat dibencinya itu dengan penuh cinta, tiba-tiba Raja Jalal merasa kesakitan dengan luka dikeningnya, Ratu Jodhapun panik dan menyuruh Raja Jalal untuk berbaring, Raja Jalalpun menurut. Ratu Jodha mengambilkan bantal untuk Raja Jalal, Raja Jalalpun mulai merebahkan dirinya, sambil berbaring tangan Raja Jalal tak mau menjauh dari Ratu Jodha, tangan kirinya memegang tangan kanan Ratu Jodha, sedangkan tangan kanannya membelai rambut Ratu Jodha hingga kelengan kiri Ratu Jodha dengan mesra, ditatapnya istrinya yang cantik yang mampu menyihirnya.
Malam itu Ratu Jodha memang ingin berduaan saja bersama dengan Raja Jalal setelah semua yang dilewatinya selama ini apalagi setelah kematian Hasan anak mereka, Raja Jalalpun langsung menggeserkan tubuhnya kesamping agar Ratu Jodha bisa berbaring disebelahnya, dengan anggun Ratu Jodha berbaring disamping suami yang dicintainya, dan tak henti-hentinya Raja Jalal menatap wajah Ratu Jodha yang cantik luar dalam, tatapan Raja Jalal tajem banget sampai-sampai Ratu Jodha tersipu malu menatap suaminya, lalu diciumnya tangan suaminya yang kekar, Raja Jalal merasa bahagia sekali melihatnya, diusapnya dengan lembut air mata yang menetes dipipi Ratu Jodha, Ratu Jodhapun mengusap dengan lembut air mata dipipi suaminya, dan memegang wajah suami tercintanya dengan kedua tangannya dengan penuh haru,.
Raja Jalal merasa damai sekali bila berada disisi Ratu Jodha lalu ditariknya tangan Ratu Jodha dengan kedua tangannya dan diciumnya tangan Ratu Jodha juga kening Ratu Jodha sambil dipeluknya dengan hangat dan wajah merekapun kembali dekat satu sama lain, malam itu adalah malam yang indah bagi mereka berdua.Keduanya mengungkapkan perasaan cinta merek, tampak Raja Jalal membelai dengan lembut setiap jengkal lengan Ratu Jodha, lalu dicopotnya gelang ditangan Ratu Jodha satu per satu, dan dipeluknya dengan sangat dekat tubuh Ratu Jodha lalu diciumnya bibir Ratu Jodha dengan sangat lembut, tapi Ratu Jodha tersipu malu dan bangun dari tempat tidur, Raja Jalal segera mengikutinya dan mulai mencium pipi dan kening Ratu Jodha dengan mesraa … (bikin deg deg ser aja eeuuuiiiii …), Ratu Jodha masih tersipu malu tapi tangan mereka berbicara dengan saling menyatukan satu sama lain, tangan merekapun saling mengcengkram dengan hangat, lalu Raja Jalal kembali memeluk Ratu Jodha, direngkuhnya tubuh Ratu Jodha dalam pelukkannnya dan diciuminya pundak dan leher Ratu Jodha dan merekapun kembali terbaring saling berpelukan berciuman dan

Tuut..tuuutt…SENSOR……

Sementara itu Dikamar Ratu Jodha hanya ada Zeenat, Zakira dan Moti yang menjaga Hussein yang sedang tertidur pulas, lalu Zeenat bilang ke Moti bahwa mereka bisa membagi tugas menjaga Hussein, yang pertama Zakira, lalu baru kemudian giliran mereka berdua berbagi tugas, jadi sekarang mereka lebih baik beristirahat dulu, Motipun setuju. Zeenat dan Moti lalu tidur duluan sementara itu Zakira bertugas menjaga Hussein. Beberapa jam kemudian, Zeenat datang dan bilang ke Zakira untuk bergantian berjaga Hussein: “Sekarang kau bisa tidur, tidurlah” ujar Zeenat, Zakirapun setuju dan berlalu dari sana.

Dikamar Ratu Ruqayah, Ratu Ruqayah bertanya pada Hosyiyar : “Bagaimana keadaan Raja Jalal, Hoshiyar ?”, “yang Mulia baik-baik saja sekarang” jawab Hosyiyar, tabibpun memberitahu Ratu Ruqayah kalau dirinya sekarang juga sudah mulai membaik, “Kalau gitu aku akan pergi menjemput Hussein” kata Ratu Ruqayah tapi tabib melarangnya: “Jangan Ratu Ruqayah, tunggulah satu malam lagi, biar kondisimu benar-benar sembuh” ujar tabib.
Zeenat tampak senang melihat Hussein yang sedang tertidur karena ini adalah kesempatan yang ditunggu-tunggu selama ini, dia mengeluarkan racun yang disimpannya dicincinnya dan memasukannya kemulut Hussein persis pada saat itu Moti masuk kekamar dan menyuruh Zeenat untuk tidur dan berisitirahat. Zeenat langsung setuju dan segera berlalu dari tempat itu sementara Moti mulai melakukan tugas jaganya.
Pada tengah malam, setelah selesai bemesraan dan ber “kikuk-kikuk” dengan Raja Jalal, Ratu Jodha terbangun dan dilepaskannya pelukan dan tangan Raja Jalal yang sedari tadi memegangi tangannya terus, lalu dia membuka selimutnya dan mulai bergeser hendak turun tapi dilihatnya Raja Jalal yang tertidur dengan penuh kedamaian lalu diciumnya kening Raja Jalal penuh dengan kemesraan, “Aku harus melihat Hussein sekarang” begitu ujarnya dalam hati, dan diapun berlalu dari kamar Raja Jalal. Ratu Jodha sampai dikamarnya dan dia langsung bertanya sama Moti : “Moti apakah Hussein rewel ?” , “Tidak, Ratu Jodha … dia tertidur pulas dari tadi, kenapa kau kesini? bukannya kau bersama dengan yang Mulia ?” ujar Moti, kata Ratu Jodha : “Iya sih tapi aku kepikiran Hussein terus dari tadi, makanya aku kesini” . Setelah semuanya baik-baik saja, Ratu Jodhapun ikut tertidur.
Di pagi hari, Ratu Jodha bangun … dan Moti memberitahu kalau Hussein masih tertidur, dia belum bangun dari tadi, lalu kata Ratu Jodha: “Mana mungkin … sejak semalam dia nggak rewel bahkan dia tertidur tenang sekali” Ratu Jodha bergegas menuju Hussein dan dibukanya selimut yang membungkusnya, dia kaget ketika melihat Hussein terbaring lemah tak berdaya didalam selimutnya dan tidak bernafas, dia telah mati pikir Ratu Jodha.

Lanjut Halaman Berikutnya –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *