Berita  

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 355

Lampungway.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 355. Pada Kisah Jodha Akbar Episode 354 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana Raja Jalal telah menjadi Brutal akibat terguncang Jiwanya setelah kepergian anak-anaknya. Kehidupanya telah berubah menjadi kebencian. Ia hanya berpikir perang dan perang, tak ada yang bisa menghentikanya meskipun Sang Ratu Jodha sendiri. Apakah yang akan diperbuat Jalal kemudian? .

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 355

Didalam bara peprangan, Pasukan Raja Jalal terus mengelu-elu kan nama Raja Jalal. Raja Jalal menatap ke benteng orang-orang Rajvanshies dgn tatapan beringas, sebelum perang Raja Jalal berkata: “Saya akan memberi mereka sebuah pesan” , “Mereka bisa membunuh anda, Yg Mulia” ujar Todar Mal, “Sampai hari ini, tidak ada senjata apapun yg bisa membahayakan nyawaku, tak ada seorangpun yg akan menyerangku dari belakang” kata Raja Jalal. Raja Jalal mengendarai kudanya melewati benteng Rajvanshies.

Tentara-tentara dan pengawal-pengawal yg sedang berjaga didalam benteng melihat seorang Mughal datang, lalu mereka berkata: “Kau bisa saja dibunuh!” mereka langsung bersiap-siap untuk membunuh Raja Jalal, mereka melancarkan panah-panahnya untuk menyerang Raja Jalal, tapi tak satupun anak panah yg mengenai tubuh Raja Jalal, salah satu tentara itu berkata: “Mungkin dia adalah Raja Jalal!” , tentara yg lain berucap: “tidak mungkin, para menterinya pasti tidak mungkin mengijinkannya untuk datang kesini” , “Heii, Dimana Uday Pratap dan Kunwar Pratap?” teriak Raja Jalal kepada tentara tentara tersebut “Apa yg terjadi pada kalian, aku disini didepanmu! kenapa kau tidak membunuhku? Aku adalah Raja Jallaludin, aku akan memberikan kalian satu kesempatan, saat ini aku tidak membawa senjata apapun, ayo, bunuh aku!” teriak Raja Jalal, Raja Jalal menyuruh mereka untuk menyerangnya. “Kau mempunyai kesempatan untuk membunuhku saat ini dan kau malah berada didalam benteng! kau ingin membunuhku kan? ayoo bunuh aku didepanku sekarang, jangan bersembunyi!” teriak Raja Jalal.Salah seorang tentara mengatakan: “Kami adalah orang Rajvanshies dan kami tidak akan membunuh seperti seorang pengecut! kau kesini tidak membawa senjata jadi kami tidak akan menyerangmu, itu melanggar peraturan yg ada, kami akan membunuhmu hanya dimedan pertempuran!” , “Aku sudah memberikan kau kesempatan dan kau tidak memanfaatkannya, baiklah, aku akan segera bertemu dgn kalian semua dimedan pertempuran!” teriak Raja Jalal. Salah seorang tentara mengatakan: “Kami akan menghancurkan mimpimu!” . “Ini peringatan dariku bahwa aku akan membersihkan medan pertempuran dan aku akan meletakkan benderaku disana!” ujar Raja Jalal “Aku akan melihat sampai kapan kalian akan menyembunyikan Maharana Uday dan Kunwar Pratap!” kata Raja Jalal sambil berlalu dari sana. Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 355

DiIstana Agra, Moti meminta Ratu Jodha untuk memakan makanannya, tapi Ratu Jodha hanya duduk dan termangu menatap langit dan berkata: “Lihatlah, Moti, Langit saat ini berubah warnanya, lihat, itu menunjukkan warna dari kobaran api, darah, Raja Jalal pasti sudah membunuh orang-orang Rajvanshies, aku sudah memberikan tilak (restu) pada pedang Raja Jalal bukan hanya untuk kemenangannya tapi aku juga memberikan darah pertama dari orang Rajvanshies yg telah dia bunuh” kata Ratu Jodha sedih. “Yg Mulia akan segera kembali, Ratu Jodha” ujar Moti. “Uday dan Kuwar Pratap adalah seorang ksatria sejati, aku khawatir sama Yg Mulia, Moti” kata Ratu Jodha lagi. “Yg Mulia juga seorang ksatria sejati, Ratu Jodha “ jawab Moti, “Masalahnya saat ini mereka semua adalah petarung yg terbaik dan mereka saling haus darah satu sama lain, aku tidak ingin tahu apa yg terjadi dimedan pertempuran, langit saat ini mengubah warnanya menjadi merah yg menunjukkan warna darah” ujar Ratu Jodha.
Peperangan pun akhirnya terjadi, ini adalah perang panah dan mesiu dimana kedua kubu saling melemparkan anak panah dan tembakannya satu sama lain, pasukan Raja Jalal melemparkan anak panahnya kearah benteng Rajvanshies, “Kalau sampai mereka tidak membuka pintu gerbang benteng itu, hujani panah terus kearah benteng Rajvanshies!” perintah Raja Jalal. Pada malam harinya, Todar Mal berkata ke Raja Jalal: “Pasukan pasti merasa kelaparan setibanya dibenteng Rajvanshies, jadi lebih baik kita tunda dulu menyerang gerbangnya, Yg Mulia” , “Aku kesini bukan untuk menunggu dan percaya pada takdirku, aku datang kesini untuk membunuh mereka semua, aku akan menghabisi mereka semua dgn kekuatanku bukan karena rasa lapar para pasukanku! aku akan membunuh Uday dan Kunwar Pratap, aku tidak ingin mereka membuka gerbang tapi aku akan mendobrak dinding-dinding benteng itu dan menyerang mereka semua!” ujar Raja Jalal dgn marah.
Keesokan harinya, perang panah dan mesiupun berlanjut kembali, perang ini tidak hanya terjadi selama 2 hari, ini adalah perang terbesar seperti kebencian Raja Jalal yg terbesar, banyak tentara yg tewas di medan pertempuran.
Di Istana Rajvanshies, para tentara saling berdiskusi bahwa mereka akan membunuh tentara-tentara Mughal dan akan memenangkan peperangan. Ketika salah satu tentara Rajvanshies berhasil membunuh tentara Mughal, Raja Jalal langsung marah dan melayangkan anak panahnya kearah tentara Rajvanshies tersebut, dia membunuh salah satu prajurit Rajvanshies. Para prajurit Rajvanshies berdiskusi bahwa pertahanan mereka bisa jebol kapan saja, “Ini waktunya untuk menunjukkan kekuatan kita pada para prajurit Mughal!” kata Pemimpin benteng Rajvanshies kepada para tentaranya, “Kita akan menangkan Mewar dari tentara Mughal, kalian harus memenangkan peperangan ini dan jangan biarkan seorangpun tentara Mughal yg masuk ketempat kita! kita akan memenangkan Mewar dari Mughal, tempatkan para wanita dan anak anak ditempat yg aman” ujar Pemimpin tersebut.
Disisi lain, para perempuan Rajvanshies juga sedang berdiskusi, mereka tidak akan membiarkan tentara Mughal menyerang Mewar mereka, mereka tidak akan memberikannya pada tentara Mughal, mereka akan melakukan ‘jauhur’ (semacam aksi bunuh diri) dan tidak akan membiarkan para prajurit Mughal menyentuh Mewar dan tubuh mereka.
Perang resmipun dimulai, para prajurit dari kedua belah pihak saling mengejar satu sama lain, mereka saling menyerang satu sama lain dan saling membunuh sebanyak yg bisa mereka lakukan. Beberapa tentara Mughal berhasil menuju kegerbang benteng dan mendobraknya, para prajurit berhasil masuk kebenteng Rajvanshies, perang ini penuh dgn ayunan dan suara pedang yg saling beradu. Maan Shing, Todar Mal dan semua saling berkelahi dgn tentara tentara Rajvanshies, mereka saling membunuh, Raja Jalal datang kemedan pertempuran dgn mengendarai kudanya, pedangnya penuh dgn darah, dia sangat marah melihat prajurit Rajvanshies yg sedang bertempur, dan Raja Jalalpun mulai membunuh mereka satu persatu.
Didalam benteng, semua perempuan Rajvanshies menuju kesumur yg didalamnya terdapat kobaran api, mereka berdoa untuk Mewar. Disekitar taman benteng, perkelahian masih terus berlanjut, Raja Jalal melihat salah seorang Rajvanshies yg bertarung dgn tangguh, dia adalah pemimpin pasukan Rajvanshies. Semua perempuan melompat kedalam sumur yg penuh dgn api yg langsung membunuh mereka satu persatu, mereka melakukan ‘jauhur’ (aksi bunuh diri), Raja Jalal melihatnya tapi mengabaikannya.

Raja Jalal membunuh salah satu pemimpin pasukan Rajvanshies. Salah seorang tentara datang menemui Raja Jalal dan berkata: “Kami akan memberikan nyawa kami tapi kami tidak akan mengatakan padamu dimana Uday dan Kunwar Pratap berada, mereka tidak ada disini, kami tidak akan memberitahukannya padamu” , Raja Jalal langsung membunuh mereka. Raja Jalal mengatakan pada semua prajuritnya yg tersisa: “Bunuh semua prajurit Rajvanshies! tak seorangpun boleh hidup!” tak berapa lama kemudian Raja Jalal mendengar tangisan seorang anak kecil, dalam hatinya berkata sambil menatap kelangit: “Tuhan telah mengambil semua anak-anakku tapi Dia tidak bisa mengambil kekuatanku! aku tidak akan meninggalkan anak ini. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 355 berakhir.
Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 356 berikutnya.. Hanya di Lampungway.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *