Berita  

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 357

Lampungway.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 357. Pada Kisah Jodha Akbar Episode 356 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana Jalal bertobat setelah banyak melakukan pembunuhan, Pedangnya berhenti menebas lawan setelah melihat seorang anak menangis dan juga setelah ia menemui Seorang Syeh Salim Chisti. Jalal banyak mendapat pencerahan oleh karena nya. Kata-kata Syeh Salim terus ia renungkan. Apakah yang akan diperbuat Jalal kemudian? Mari Simak Ceritanya berikut ini

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 357

Malam itu saat mereka bertemu kembali setelah sekian lamanya dalam keheningan dan tidak bertegur sapa, Jodha dan Jalal merasa bersalah satu sama lain ,,, Jodha menghampiri Jalal yang sedang duduk bersimpuh dilantai. “Yang Mulia, maafkan semua kesalahanku …. Aku mohon maaf …. Maafkan aku yang telah membuatmu menderita … “ , ujar Jodha setelah duduk disebelah Jalal dilantai, Jalal menatap Jodha sambil berlinangan airmata, perasaan Jalal berkecamuk, antara sedih, haru dan merasa bersalah dengan istri yang dicintainya, Jodha juga membalas tatapan Jalal dengan pandangan yang sama, air mata Jodha tidak dapat tertahan, Jodha langsung merengkuh Jalal dalam pelukannya, Jalal juga langsung merebahkan kepalanya dibahu Jodha dan mereka berdua menangis bersama, menangisi semua peristiwa yang terjadi diantara mereka berdua, sesaat kemudian Jodha memegangi wajah Jalal, suaminya … lalu diusapnya dengan lembut air mata yang menetes dipipi Jalal.
Jalal bergumam: “Malam itu, kami bersatu kembali, kami sama sama menangis, menangisi kepergian anak anak kami Hasan dan Hussain, dan mulai hari itu aku harus bertobat, bertobat atas semua kesalahan yang kulakukan karena kemarahanku, aku telah membunuh ribuan nyawa karena kemarahanku, aku merasa sangat bersalah … “
Diluar halaman Syeh Salim Chisti berkata pada Tuhan : “Selama ini Jalal telah kehilangan arahnya, Ya Allah … dia telah berbuat yang tidak benar, tolong berikanlah arah yang benar padanya, Ya Allah … ” ujar Syeh salim Chisti. Didalam kamar, Jalal memandang Jodha, cintanya pada Jodha tidak akan pernah berubah, begitupun Jodha, walaupun selama ini Jalal telah berubah kembali menjadi Jalal yang dulu tapi cintanya tetap untuk Jalal sampai kapanpun dan saat ini Jodha telah menemukan kembali Jalal yang telah menjadi Akbar ,,, Jalal menyentuh pipi Jodha, dan tangan mereka bersatu kembali seperti enggan dipisahkan, wajah merekapun saling dekat satu sama lain, Jodha menutup matanya dan lagu in ankhoon main kembali terdengar dengan nada yang sedih.
Pagi harinya, tampak Jodha sedang memberikan air untuk Jalal mencuci tangannya, lalu Syeh Salim Chisti datang dan berkata : “Kalian berdua telah kehilangan sesuatu dan itu tidak akan bisa kembali lagi, aku pikir lebih baik kalian berdua seharusnya tinggal disini dan menjadi orang biasa, layani mereka, tolong mereka, dengan begitu kalian akan mendapatkan kedamaian tapi kalian berdua harus meninggalkan atribut kerajaan disini, jadilah rakyat biasa dan bantulah orang lain, menolong orang lain bisa mengurangi rasa bersalah kalian” lalu Syeh Salim Chisti berkata ke Jalal : “Seberapa banyak nyawa yang telah kamu ambil, Jalal … kamu harus melayani sebanyak orang orang yang telah meninggal itu, kamu harus bertobat atas semua kesalahan kesalahanmu” ujar Syeh Salim Chisti , “Ya Syeh … saya akan melakukan seperti yang anda katakan” jawab Jalal. kemudian Syeh Salim Chisti memberikan restu pada mereka berdua.
Jalal berkata : “Sangatlah mudah bagi seorang Raja yang telah merenggut banyak nyawa akan tetapi menjadi seorang rakyat biasa dan menolong orang orang disekitarnya itu sangatlah sulit tapi aku harus bisa melakukannya dan Marium Uz Zamani (sebutan utk Jodha setelah punya anak) ada disana bersamaku, kami melakukannya bersama sama melewati hari demi hari .

Suatu pagi hari yang indah, matahari bersinar sangat cerah, tampak Jalal sedang menyirami bunga, dan Jodha membantunya dengan mengambilkannya air, Jodha memandangi Jalal dengan penuh haru, tak pernah dibayangkannya kalo Jalal bisa menjadi seorang rakyat biasa. Waktupun berganti, hari demi hari tahun demi tahun semuanya berubah, saat ini anak perempuan Bakshi Banu (adik Jalal) dan Syarifudin telah besar berusia 7 tahun, dia tuli (tidak bisa mendengar) tapi Bakshi sangat mencintainya, dia bahagia dengan anaknya, dia adalah seorang ibu yang tangguh.
Dilain pihak Javeda (menantu Mahamanga) istri Adham Khan almarhum, tampak sedang bermain main dengan anak laki lakinya. Sementara itu Rukayah dengan berlalunya waktu diapun telah melupakan kesedihannya ditinggal Hussain, dia kembali mengambil tanggung jawab mengurusi istana para wanita tapi dia tidak lembut lagi, dia menjadi seorang wanita yang temperamental (sukanya marah marah). Seperti pada suatu hari, Rukayah memanggil salah satu pelayan dan menamparnya dengan keras hanya karena memasang tirai yang warnanya tidak disukainya dikamarnya.
Sedangkan Jalal, setiap hari dia selalu berusaha untuk menolong orang orang disekitarnya dan tinggal di rumah Syeh Salim Chisti bersama Jodha, istrinya. Jalal juga selalu membuat gerabah dari tanah liat pada malam hari, dan Jodha selalu membantunya. Mereka juga melakukan sholat bersama sama, pada malam hari Jalal sering memijat kaki Syeh Salim Chisti, Syeh Salim Chisti selalu mendoakannya … mendoakan yang terbaik untuk Jalal dan Jodha. Suatu pagi, Jalal sedang berdiskusi dengan Maan Shing dan Todar Mal bahwa banyak musibah yang terjadi karena perang, oleh karena itu Jalal ingin memberikan orang orang Rajvanshies sedekah khususnya buat mereka yang terimbas karena perang, Jalal meminta pada orang orang kepercayaannya itu untuk membantu korban perang tsb dalam segala hal. Suatu hari ketika Jalal sedang berjalan jalan, dia menemukan ada seorang anak kecil yang menangis, Jalal membantunya dan memberikannya ke ibunya, suatu ketika Jalal dan Jodha memberikan banyak hadiah ke fakir miskin, seperti pakaian, uang dan lain sebagainya.

Lanjut Halaman Berikutnya –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *