Berita  

Kenali Penyakit Meningitis, Penyebab Meninggalnya Olga Syahputra

Lampungway.com. Kenali Penyakit Meningitis, Penyebab Meninggalnya Olga Syahputra. Sore tadi, pukul 16.17 waktu Singapura dunia hiburan Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan terkait Olga Syahputra Meninggal Dunia setelah menjalani perawatan di Singapura melawan Penyakit Meningitis.
Kenali Penyakit Meningitis, Penyebab Meninggalnya Olga Syahputra
Sebagai orang Awam kita harus mengenali penyakit meningitis yang merenggut nyawa Olga Syahputra. Radang otak atau dalam ilmu kedokteran disebut meningitis adalah peradangan pada membran (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Itulah yang meyebabkan Olga Syahputra Meninggal Dunia.
Pembengkakan yang terkait dengan meningitis sering memicu ‘ciri khas’ dan gejala dari kondisi ini, termasuk sakit kepala, demam dan leher kaku.
Sebagian besar kasus meningitis di AS disebabkan oleh infeksi virus, tetapi infeksi bakteri dan jamur juga dapat menyebabkan meningitis. Tergantung penyebabnya, meningitis dapat sembuh dalam beberapa minggu atau bahkan dapat mengancam jiwa.
Gejala Meningitis
Gejala meningitis dapat berkembang selama beberapa jam atau lebih dari satu atau dua hari. Tanda-tanda dan gejala yang mungkin terjadi pada seseorang berusia lebih dari 2 tahun, meliputi:

  • Mendadak demam tinggi
  • Sakit kepala parah
  • Leher kaku
  • Muntah atau mual dengan sakit kepala
  • Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi
  • Kejang
  • Kantuk berlebihan
  • Kepekaan terhadap cahaya
  • Berkurangnya nafsu minum dan makan
  • Bintik-bintik merah pada kulit dalam beberapa kasus, seperti pada meningitis meningokokus

Sedangkan gejala meningitis pada bayi atau balita dapat meliputi:

  • Demam tinggi
  • Selalu menangis
  • Tidak begitu aktif atau lesu
  • Tidak ada nafsu makan
  • Sebuah tonjolan di tempat yang lembut di atas kepala bayi (ubun-ubun)
  • Kekakuan pada tubuh bayi dan leher
  • Bayi dengan meningitis akan mudah menangis jika diangkat dari tidurnya
  • Komplikasi meningitis bisa menjadi parah jika tanpa pengobatan dan semakin besar risiko kejang dan kerusakan saraf permanen, termasuk gangguan pendengaran, kesulitan mengingat, kerusakan otak, kejang, gagal ginjal, syok, atau bahkan berujung kematian.

Faktor Risiko Meningitis
Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita meningitis, antara lain:

  • Usia. Sebagian besar kasus meningitis virus terjadi pada anak-anak pada usia 5 tahun.
  • Hidup dalam lingkungan sosial dimana kontak sosial seringkali berlangsung. Seperti tinggal di asrama, personil di pangkalan militer, pesantren dan fasilitas penitipan anak akan meningkatkan risiko meningitis meningokokus. Peningkatan risiko kemungkinan terjadi karena bakteri yang disebarkan oleh rute pernapasan dan cenderung menyebar dengan cepat dimana pun kelompok besar berkumpul.
  • Kehamilan. Dapat berisiko menderita meningitis karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria melalui makanan dan dapat berisiko pada kandungan.
  • Bekerja dalam lingkungan dimana banyak hewan ternak yang dapat meningkatkan risiko meningitis karena listeria.
    Memiliki sistem imun yang lemah seperti AIDS, alkoholisme, diabetes dan penggunaan obat penekan kekebalan juga menjadi lebih rentan terhadap meningitis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *