Berita  

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 358

Lampungway.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 358. Pada Kisah Jodha Akbar Episode 357 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana raja jalal yang telah berperilaku baik berkat wejangan-wejangan dari syeh salim dan ia memulai kehidupan barunya sebagai rakyat biasa dan membantu para korban yang telah ia bunuh, disamping itu juga ada kabar gembira bahwa ratu jodha sedang hamil dan Jalal akan segera menjadi ayah. wah semakin seru aja? Mari Simak Ceritanya berikut ini.

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 358

Ketika itu Ratu Jodha dan Raja Jalal meminta restu pada Syeh Salim Chisti, Syeh Salimpun merestuinya.” dan atas desakan Syeh Salim Chisti, Raja Jalal pergi meninggalkan Ratu Jodha utk mencari kedamaian hati, waktunya dia gunakan utk bertemu orang-orang yang sakit kemudian menghibur mereka, kadang-kadang Raja Jalal juga pergi keDargahs dan berdoa kemudian dia menyelesaikan perjalanannya utk mendapatkan kedamaain dlm hatinya.Suatu malam, ibu Ratu Hamida dan Ratu Salima akhirnya sampai juga dirumah Syeh Salim Chisti, lalu Syeh Salim menyuruh Shamshad (pelayan Ratu Jodha) utk mengantarkan mereka ketempat Ratu Jodha. Pada saat mereka memasuki kamar Ratu Jodha, saat itu Ratu Jodha sedang tertidur, dan perutnya sudah terlihat membuncit. “Ratu Jodha, bangun, Ratu Jodha ada tamu yang hendak bertemu denganmu” ujar Shamshad.
Tak berapa lama kemudian Ratu Jodha terbangun dari tidurnya setelah mendengar bisikan Shamshad, dilihatnya ibu ratu Hamida dan ratu Salima sudah berdiri didepannya dan tersenyum bahagia, Ratu Jodhapun sangat senang melihat mereka berdua, ibu ratu Hamida langsung menghampiri Ratu Jodha dan membelai wajahnya.

Sementara itu, Raja Jalal mendatangi sebuah rumah, rumah itu adalah rumah perempuan yang dulu tidak jadi dibunuh bersama anaknya oleh Raja Jalal pada saat perang, dialah yang menolak koin emas yang diberikan Raja Jalal. Mengetahui kedatangan Raja Jalal, perempuan itu langsung terkejut. “Mau apa kau kesini?” tanya perempuan itu. “aku datang kesini mau meminta maaf darimu, aku telah bertobat atas semua kesalahan kesalahanku, tolong, maafkan saya” ujar Raja Jalal. “Aku tidak butuh bantuanmu, setelah kau membunuh banyak orang, sekarang kau meminta maaf?” kata perempuan itu sambil menutup pintu persis didepan mata Raja Jalal, Raja Jalal berfikir bagaimana caranya agar perempuan itu bisa memaafkan dirinya.
Ditempat Syeh Salim Chisti, Ratu Jodha mulai merasakan kesakitan dan ketika Tabib mengeceknya, ternyata saat itu adalah saatnya persalinan, Ratu Jodha akan segera melahirkan anaknya, Ratu Jodhapun menjerit kesakitan. Pada malam hari, Raja Jalal masih berada didepan rumah perempuan korban perangnya, tiba-tiba Raja Jalal melihat anak perempuan itu sedang berjalan jalan didepan rumahnya sendirian sambil menangis persis didepannya ada gerobak yang sedang melaju kearahnya. Raja Jalal langsung tergerak hatinya utk menyelamatkan sianak, ibunya melihat apa yang sudah Raja Jalal lakukan.
Sementara itu Ratu Jodha semakin tidak bisa menahan sakitnya ketika akan melahirkan bahkan dia sempat tidak sadarkan diri. Ditempat Raja Jalal, perempuan tadi langsung menyambar anaknya dari Raja Jalal. “Kenapa kau tidak pergi dari sini?” tanya perempuan itu. “Sampai kau mau memaafkanku, aku baru akan pergi darisini, kau tahu sebentar lagi anakku akan lahir, aku akan menjadi seorang ayah, jika kau tidak memaafkanku, aku tidak sanggup utk memandang wajah anakku” ujar Raja Jalal. “Aku tidak ingin seorangpun mengalami penderitaan, baiklah, aku memaafkan semua kesalahanmu tapi, kau memang benar bahwa tidak ada Tuhan didunia ini!” kata perempuan tadi, Raja Jalalpun terlihat sedih mendengar ucapan perempuan tadi.

Ditempat Syeh Salim Chisti, Tabib mengucapkan selamat pada Ibu Ratu Hamida, bahwa cucunya telah lahir dengan selamat, cucunya laki laki. Ibu Ratu Hamida langsung membawa cucunya yang mungil itu ke Ratu Jodha, Ratu Jodha senang sekali melihatnya lalu diciuminya kening anak laki-lakinya itu dengan lembut. Semua senang sekali dengan kelahirannya, sementara itu Syeh Salim mengucap syukur pada Tuhan yang Maha Kuasa.
Pada pagi harinya, Raja Jalal sedang melayani orang-orang, dia memberi mereka makan, tiba-tiba salah satu prajuritnya mendekatinya dan mengabarkan bahwa Raja Jalal saat ini sudah menjadi seorang ayah, anaknya sudah lahir. Raja Jalal benar-benar tidak percaya dan dia sangat bahagia sekali mendengarnya. “Aku telah menjadi seorang ayah” begitu ujarnya lalu dia mengajak semua orang utk mendoakan anaknya yang baru lahir dan semua yang ada disana memanjatkan doa.

Setelah mendengar berita menggembirakan tersebut, Raja Jalal pergi dari Chitter ke Ajmer sharif dengan jalan kaki, itu adalah suatu pekerjaan terberat yang dilakukan oleh seorang Raja akan tetapi tidak utk seorang ayah yang telah kehilangan kedua anaknya, Raja Jalal merasa pertobatannya telah selesai, Allah telah mendengarkan doa doanya selama ini. Raja Jalal lalu mengunjungi Khawaja gharib Nawaz dargah di ajmer dan berdoa.
Akhirnya setelah 1 bulan perjalanannya meninggalkan Ratu Jodha, Raja Jalal kembali ketempat Syeh Salim Chisti dan memberinya salam. “Aku sudah menunggumu“ ujar Syeh Salim, lalu Raja Jalal mencium tangan Syeh Salim, Syeh Salim memberikan restunya utk Raja Jalal dan bertanya: “Kau mau bertemu dengan anakmu khan?” tanya Syeh Salim, utk sesaat Raja Jalal terpana dengan pertanyaan Syeh Salim. “Ayo, ikut aku” kata Syeh Salim sambil membawa Raja Jalal ketempat Ratu Jodha dan menyuruhnya utk masuk kedlm tapi sebelum masuk Raja Jalal bertanya: “Bagaimana masa depan anakku nantinya, Syeh?” “Masa depan anakmu akan sangat indah tapi hati-hati dengan hatinya” jawab Syeh Salim.
Raja Jalal langsung memasuki kamar Ratu Jodha, dilihatnya disana sudah ada ibunya dan Ratu Salima yang sedang menemani Ratu Jodha, sedangkan Ratu Jodha tampak tertidur pulas bersama seorang bayi mungil disebelahnya. “Apakah Ratu Jodha baik-baik saja” tanya Raja Jalal ke Ratu Salima. “Iyaa, Ratu Jodha baik-baik saja, yang Mulia” jawab Salima, mendengar suara Raja Jalal, Ratu Jodha langsung terbangun dan merasa senang karena suaminya telah kembali, ketika Ratu Jodha akan bangun, Raja Jalal menyuruh Ratu Jodha utk tetap tidur dan beristirahat. “Ketika Tuhan menutup satu pintu, Dia pasti akan membuka pintu yang lain, asal kita selalu ikhlas menjalankannya” ujar ibu Ratu Hamida, begitu melihat perubahan pada diri Raja Jalal anaknya.
Kemudian Raja Jalal menggendong anak laki-lakinya itu dlm pelukannya dan mencium keningnya dengan lembut, Raja Jalal kelihatan bahagia sekali, anak yang didambakannya akhirnya hadir didunia ini. Lalu Raja Jalal membawa anaknya keluar utk bertemu dengan Syeh Salim. “Saya sangat prihatin tentang anak saya setelah apa yang terjadi sebelumnya, Syeh” ujar Raja Jalal. “tidak akan terjadi apa-apa padanya, Raja Jalal, dia telah lahir didunia ini setelah kau menebus semua dosa-dosamu dengan bertobat” kata Syeh Salim. “Bagaimana dengan masa depannya, syeh??” tanya Raja Jalal. “Masa depannya akan sangat cerah, orang-orang akan mengingatnya selama bertahun-tahun, tapi hati-hati dengan hatinya, Raja Jalal” ujar Syeh Salim. “Ada apa dengan hatinya, Syeh. apakah dia punya penyakit kelainan hati?” tanya Raja Jalal lagi. “Bukan, bukan itu, tapi hatinya akan memainkan peranan penting dlm kehidupannya kelak, hatinya bisa membuatnya kuat tapi juga bisa membuatnya lemah, dia akan selalu berfikir dengan menggunakan hati karena dia adalah bukti cinta kalian berdua” kata Syeh Salim. “Aku benar-benar menyesal tentang semua yang telah saya lakukan, Syeh, anak ini hadir setelah aku mendapat jalan yang benar seperti yang kau tunjukkan, oleh karena itu aku akan menamai dirinya ‘Salim’ sama seperti namamu, dia akan tumbuh dengan penuh cinta, dia akan mengikuti jalan cinta yang telah kau ajarkan kepadaku” kata Raja Jalal, Syeh Salim Chisti pun memberkati Raja Jalal dan anak laki lakinya.
Suatu hari Ratu Jodha, Raja Jalal dan Salim akhirnya kembali ke Agra setelah mengasingkan diri bertahun-tahun, semua rakyatnya mengelu-elukan nama mereka, mereka memanggil Ratu Jodha dengan sebutan Mariam Uz Zamani
…“Hidup Raja Jalludin Muhammad Akbar!” ….
…“Hidup Ratu Jodha Mariam Uz Zamani!” … “
…”Hidup Pangeran Salim !” …
Semua rakyat sangat bergembira menyambut kedatangan keluarga kerajaan Mughal ini. dan dari kejauhan diatas balkon istana, tampak Ratu Ruqayah sedang memandang mereka dengan tatapan sinis, apalagi dilihatnya Ratu Jodha sedang menggendong Salim, Ratu Ruqayah sangat cemburu melihat semua ini, amarahnya memuncak, Ratu Ruqayah langsung berlari menuju kamarnya, disingkirkannya semua yang ada didepannya, Ratu Ruqayah benar-benar marah karena melihat Ratu Jodha bisa memiliki anak lagi, sedangkan dirinya tidak.

Dia berteriak dengan lantangnya: “tidak ada seorangpun yang bisa menjadi Mariam Uz Zamani selain aku! aku harus mendapatkan anak itu! akulah yang akan menjadi Mariam Uz Zamani! aku akan mendapatkan semua yang menjadi milikku! ini semua karena Ratu Jodha! aku telah kehilangan Husain! aku akan menjadi Mariam Uz Zamani hari ini! aku harus mendapatkan Salim! aku harus mendapatkan Salim! aku akan mengambil Salim dari Ratu Jodha!” teriak Ratu Ruqayah lantang, semuanya pelayannya Hoshiyar dan Reesham hanya bisa diam saja, sementara tepat pada saat itu Raja Jalal memasuki kamarnya dan terkejut. “Ratu Ruqayah! apakah kau sedang gila? aku datang kesini utk bertemu denganmu dan kau berakting seperti ini?’’ tanya Raja Jalal. “Apakah yang aku lakukan ini salah Jalal, Ratu Jodha telah melahirkan Salim tapi akulah yang berhak atas anak itu!” ujar Ratu Ruqayah lantang. “Kau tidak berhak atas anak itu!” teriak Raja Jalal. “Apakah kau ingat Jalal, kalau kau pernah membuat perjanjian bahwa anak kedua Ratu Jodha adalah milikku, dan karena Ratu Jodha juga aku kehilangan Husain, oleh karena itu sekarang aku menginginkan Salim, Salim harus menjadi milikku!” teriak Ratu Ruqayah. “Cukuppppp!” teriak Raja Jalal “Apakah kau ingat? kau tidak menuruti perintahku, kaulah yang telah memilih Zeenat sebagai pengasuh Husain, kaulah penyebab kematian anak-anakku, dan tentang Salim, ingat! dia anakku, Salim adalah anakku dan Ratu Jodha dan kami tidak akan memberikannya kepada siapapun! ingat itu!” teriak Raja Jalal.
Ratu Ruqayah langsung lunglai dan jatuh terduduk dilantai, air matanya tak terbendung keinginannya utk menguasai Salim agar dirinya bisa menjadi Mariam Uz Zamani musnah sudah, melihat istri pertamanya yang sekaligus teman kecilnya seperti itu, Raja Jalal pun mulai merendahkan nada suaranya. “Ratu Ruqayah, kendalikan emosimu, jangan biarkan dirimu dlm penderitaan, tenanglah, ikhlas, aku tahu kalau Ratu Jodha akan menjadi Mariam Uz Zamani tapi jangan lupa, kau adalah temanku dan akan menjadi temanku selamanya, aku ingin kau menyambut Pangeran Mughal kecilku” ujar Raja Jalal dan berlalu dari kamar Ratu Ruqayah, Ratu Ruqayah hanya bisa duduk terpaku menatap kepergian Raja Jalal lalu dia menyeka air matanya. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 358 berakhir.
Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 359 berikutnya.. Hanya di Lampungway.com
Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 359

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *