Berita  

Para Hacker Geram, Siap Balaskan Dendam Charlie Hebdo

Lampungway.com – Para Hacker ikut Geram atas tindakan kelompok teroris Alqaeda Yaman yang melakukan penembakan membabi buta di kantor Majalah Charlie Hebdo, Paris. Kelompok hacker yang menamakan dirinya Anonymous bersumpah akan membalaskan dendam para korban penembakan dengan cara menghabisi situs-situs milik para teroris.
Grup hacker yang berbasis di Belgia itu berjanji akan bertindak habis-habisan menentang aksi kekerasan atas nama apa pun serta memperjuangkan hak untuk mengemukakan pendapat. “Kita tidak boleh kalah. Ini tugas kami untuk beraksi,” tulis Anonymous seperti dilansir USA Today, Sabtu (10/1/2014).
Anonymous juga mengingatkan siapa pun yang menentang hak kebebasan berekspresi akan mendapatkan serangan massif, karena perjuangan mempertahankan kebebasan adalah pilar gerakan mereka.
Pernyataan sikap grup ini juga muncul melalui video di situs jejaring sosial YouTube. Melalui suara yang sudah disamarkan, seorang pria yang mengenakan topeng menyatakan,”Kami mendeklarasikan perang melawan teroris dan bersumpah untuk menghabisi jejaring sosial milik kelompok teroris”.
Serangan teroris di kantor Majalah Charlie Hebdo, Paris, Prancis pada Rabu 7 Januari 2015 mengakibatkan 10 jurnalis dan dua polisi tewas. Tiga pelaku kekerasan berhasil ditembak mati oleh pasukan khusus Prancis dalam drama penyanderaan yang menelan korban empat warga sipil pada Jumat waktu setempat.

Dalam aksinya, para penyerang mengaku sebagai bagian dari Al Qaeda Yaman dan motif penyerangan lantaran Majalah Charlie Hebdo menerbitkan karikatur yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan pimpinan ISIS. Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, Pucuk pimpinan Al Qaeda Yaman, Harith bin Ghazi al-Nadhari, pada Jumat kemarin, merilis video berisi dukungan atas serangan di kantor Majalah Charlie Hedbo.
“Beberapa anak muda Prancis telah menghina Nabi Muhammad, sehingga pasukan Allah berbondong-bondong mendatangi mereka dan mengajarkan bagaimana cara menghormati keyakinan orang lain serta batasan kebebasan berekspresi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *