Berita  

Wow, Tahun 2019 Pesawat Terbang Bertenaga Listrik Akan di Luncurkan

Lampungway.com – Sebuah perusahaan rintisan bernama Lilium Aviation sedang bekerja membuat pesawat pribadi yang 100% bertenaga listik yang mungkin bisa menjadi mobil terbang. Perusahaan ini didirikan tahun 2015 oleh empat orang insinyur dan mahasiswa doktoral dari Technical University of Munich dan dikembangkan di inkubator yang didanai oleh Badan Ruang Angkasa Eropa, ESA.

Pesawat Terbang Bertenaga Listrik
Pesawat Terbang Bertenaga Listrik

Menurut pandangan tim Lilium, masalah dengan pesawat pribadi adalah bandara, yang mahal untuk dioperasikan dan digunakan serta terletak jauh dari pusat kota. Pesawat konsep perusahaan ini dijanjikan bisa terbang tanpa prasarana penerbangan. Ia akan membutuhkan ruang terbuka seluar 225 meter persegi, seluas halaman belakang rumah untuk terbang dan mendarat.
Dengan daya jelajah 500 kilometer dan kecepatan 400 kilometer per jam, pesawat terbang mencapai ketinggian 3 kilometer. Tenaganya bisa diisi ulang pada malam hari dengan menggunakan catu daya rumahan. Fungsinya serupa dengan helikopter tetapi pesawat Lilium menghadirkan serangkaian perbedaan yang menguntungkan dibanding helikopter. Misalnya, kipas bertenaga batere yang jauh lebih senyap dan bersih secara lingkungan ketimbang mesin turbin dan piston milik helikopter.
Selain itu, pelatihan pilot helikopter membutuhkan latihan lama dalam hal tekhnik pendaratan yang aman jika terjadi kegagalan mesin. Latihan yang mahal dan melelahkan: menghabiskan puluhan jam dan bernilai sekitar Rp590 juta. Sedangkan pesawat Lilium bisa diibaratkan sebagai pesawat olahraga ringan dengan dua penumpang yang izin terbangnya membutuhkan pelatihan 20 hingga 30 jam dan biasanya bernilai sekitar Rp120 juta.
Hal tersulit dari menerbangkan Lilium yaitu lepas landas dan mendarat secara vertikal akan ditangani oleh sistem pengendali otomatis, serupa dengan rancangan peswat tak berawak Ehang 184 dengan empat baling-balin dan mobil terbang Terrafugia TF-X. Secara alamiah, kemudahan-kemudahan ini ada kekurangannya. Klasifikasi Lilium membatasi operasinya di udara yang tak ramai pada siang hari dan hanya bisa dilakukan dalam cuaca cerah.
Bahkan dengan janji pesawat yang senyap dan bebas emisi, pesawat tetap belum bisa lepas landas dan mendarat vertikal sebelum disahkan oleh otoritas penerbangan. Tak seperti kendaraan siap jalan seperti Terrafugia, PAL-V One buatan Belanda dan Aeromobil dari Slovakia, maka Lilium Jet yang tak beroda sepenuhnya merupakan mesin terbang. Meski demikian, dibandingkan dengan Terrafugia yang rumit, jet Lilium merupakan mesin yang sederhana, dan kesederhanaan itulah yang menempatkannya pada jalur cepat untuk diproduksi. Perusahaan ini telah secara sukses menunjukkan konsep dengan bentuk seberat 25 kilogram dan kini sedang membangun versi utuh. Lilium rencananya siap memproduksi model ini pada 31 Desember 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *