Berita  

Bagaimana Cara Atas Masalah Infrastruktur #Startup di Asia Tenggara

Startup Asia Jakarta 2014
Lampungway.com. Bagaimana Cara Atas Masalah Infrastruktur #Startup di Asia Tenggara. Indonesia adalah salah satu pangsa pasar yang menjanjikan di bidang teknolgi informasi, daya serap masyarakat yang haus akan produk teknologi informasi masih sangat dibutuhkan.

Indonesia termasuk dalam negara berkembang di Asia Tenggara yang memberikan peluang yang besar bagi para startup. Meskipun pasar startup ini penuh dengan tantangan, mulai dari penetrasi kartu kredit yang rendah hingga ekosistem yang belum matang.
Itulah mengapa wawasan dari salah satu pioner di kawasan ini, aCommerce yang merupakan penyedia layanan e-commerce asal Thailand, tentang cara mengatasi berbagai masalah infrastruktur tersebut penting untuk disimak.
aCommerce pertama kali diluncurkan di Thailand, aCommerce mendapatkan putaran pendanaan seri A sebesar USD 10,7 juta (atau sekitar Rp 130,19 miliar) pada bulan Juni tahun ini. Pendanaan tersebut merupakan pendanaan seri A terbesar untuk startup di Thailand dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Startup ini telah berhasil memecahkan tiga hambatan utama bagi e-commerce di pasar berkembang di Asia Tenggara: logistik, proses backend, dan pengiriman. Startup ini menawarkan sebuah solusi end-to-end bagi merchant yang ingin menjual produk mereka secara online. Keren bukan?
Selain membuat website untuk brand dan ritel, aCommerce juga membantu keseluruhan supply chain mereka, mulai dari mengatur pemesanan hingga mengirimkannya kepada pelanggan. aCommerce juga membantu brand menghubungkan produk mereka ke channel seperti aplikasi chatting, website daily deals, dan marketplace e-commerce lainnya.
Sebagai contoh, aCommerce melakukan flash sale online untuk merek kecantikan Maybelline melalui aplikasi chatting Line. Sungguh kerjasama yang sangat menguntungkan, apalagi media Chating Online menjadi salah satu media paling utama yang wajib dimiliki oleh tiap orang.
Thailand dan Indonesia adalah Pasar terbesar aCommerce saat ini, dan Perusahaan ini sudah mulai beroperasi di Filipina dan Singapura awal tahun ini, namun aCommerce tengah mengurangi anggota tim dan operasinya di Singapura – pasar yang sudah penuh. aCommerce berencana untuk memasuki Malaysia dan Vietnam.
Paul Srivorakul, CEO aCommerce, akan berbicara tentang bagaimana startupnya yang masih muda berhasil mengatasi pasar berkembang yang bermasalah ini pada acara Startup Asia Jakarta 2014.
Bagaimana Cara Atas Masalah Infrastruktur #Startup di Asia Tenggara, jika anda ingin tahu jawabannya ikuti acara Startup Asia Jakarta 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *